PK GP IAIN Antasari

6 April 2009

Pilih Yang Busuk (2)

Filed under: Demokrasi, nashrah, Pemilu — Tag:, , , — pembebasaniain @ 1:15 pm

Ini artikel dari selebarannya. Selabaran ini dibagi-bagikan oleh krunya di Kampus IAIN Antasari, sekitar 1.500 lembar. Pada tanggal 07 April 2009.

_____________________________________

YANG BUSUK-BUSUK

MASIHKAH MEREKA INGAT akan janji 5 tahun silam? Persis saat kampanye dan memohon kepada kita, rakyat, untuk percaya dan memilihnya. Tapi janji tinggal janji. Lagi di tahun ini, dengan tidak tahu malu, mereka kembali dengan janji lama dan janji baru. Cuih! Cuma manusia bego yang jatuh berkali-kali di lubang jebakan yang sama. Pejanji yang busuk.

Penyelenggaran Pemilu 2009 dengan anggaran yang telah disetujui DPR adalah Rp. 14,1 trilyun. Sedangkan biaya kampanye dari caleg yang serjumlah ribuan orang, ada yang berani menaksir menembus angka Rp. 50 trilyun (Media Umat). Belum terhitung untuk kampanye capres-cawapres nanti. Dengan mahalnya biaya demokrasi, para kapitalis bisa bermain dengan menjadi penyokong dana partai, caleg, dan capres untuk naik sampai kekuasaan. Selanjutnya, layanan (balas budi) berupa pemberian proyek, regulasi dan UU akan mereka dapatkan. Kapitalisme berkuasa, rakyat sengsara. Kapitalis busuk datang lagi.

Setengah caleg ditengarai penuh masalah. Ijazah palsu, uang palsu untuk money politic, hingga melakukan tindak kriminal. Bahkan, dukun menjadi primadona untuk dimintai bantuan (Sabili.com). Segala cara mereka halalkan. Cara busuk untuk calon pemimpin busuk.

Tidak kalah menakutkan dengan apa yang terjadi pada partai peserta pemilu 2009. Ada kebrutalan ideologis. Partai nasionalis-sekuler mencoba religius, yang Islam mencoba menjadi partai “terbuka”. Ada lawan malah jadi kawan. Ada yang loncat pagar kesana-kemari.

Hingga perpecahan internal berbuntut lahirnya partai-partai baru. Identitas menjadi kabur. (Sabili, 04/09). Garis pembatas ideologi dan idealisme mampus dimakan busuknya pragmatisme dan materialisme.

Profesi caleg pemilu 2009 pun beragam. Selain koruptor dan artis, ada tukang becak, pengangguran, ibu rumah tangga, hingga calo terminal (Kompas.com); bahkan para kriminil tak mau ketinggalan. Kita bisa bertanya, apa mereka punya kapasitas untuk memimpin negeri ini?

Sistem demokrasi yang kufur juga berwatak munafik. Kufur karena mereka menjadikan manusia dan suara terbanyak sebagai kedaulatan, bertentangan dengan Islam yang menjadikan AsySyari’ sebagai kedaulatan. Demokrasi Busuk dari akar. Munafik karena demokrasi Cuma untuk kaum sekuler, bukan Islam. Lihat saja, kemenangan mutlak FIS, Aljazair (81 %, Desember 1991) yang mengusung agenda masyarakat dan Negara Islam, malah dibantai junta militer dengan dukungan AS dan Perancis. Hamas yang setia membela kepentingan kaum muslimin Palestina, ketika memenangi pemilu justru diboikot dan tidak diakui oleh AS. Sifat demokrasi memang busuk.

Wahai kita, mari gaungkan kata TIDAK untuk segala janji dan mimpi tidak mutu demokrasi. Kata TIDAK untuk politisi dan sistem busuk adalah wajib bagi satu kemerdekaan hakiki. Kata TIDAK untuk sistem selain Islam adalah solusi fundamental atas segala lingkaran setan ini. Bagi yang masih waras, yang busukbusuk memang cuma berhak menempati lubang toilet atau tong sampah. SEPAKAT.

14 Maret 2009

Menjegal Demokrasi

Filed under: Demokrasi, Ekonomi, khilafah, nashrah, Pemilu — Tag:, , — pembebasaniain @ 6:20 pm

demokrasi-sang-penjegal

PENYELENGGARAAN PEMILU 2009 dengan anggaran yang telah disetujui DPR adalah Rp. 14,1 trilyun. Sedangkan biaya kampanye dari caleg yang berjumlah ribuan orang, ada yang berani menaksir menembus angka Rp. 50 trilyun. Jika itu caleg, lain untuk kampanye presiden, bisa kita ambil gambaran empat tahun silam. SBY-JK saja menghabiskan Rp. 47 miliar! Fenomena ini tidak hanya ditemukan di Indonesia. AS, George W. Bush menghabiskan US$ 36 juta untuk iklan televisi. Untuk hal yang serupa, Obama merogoh kocek US$ 3,3 juta (Rp. 3,9 miliar) untuk satu hari saja.

Lalu, darimana dana itu sejatinya datang? Sudah sering diutarakan, para empu kapitalis adalah donatur potensial bagi mereka. Jangan dikira sepenuhnya mereka memberi dengan ikhlas tanpa kalkulasi dan titipan kepentingan. Sehingga bagi para pemenang, berkewajiban “balas budi” dalam bentuk pemberian regulasi, produk undang-undang dan segala proyek yang menguntungkan kepada para konglomerat kapitalis. Posisi rakyat? Cuma perahan yang dimintai suara, lepas mendapat legitimasi lalu ditinggalkan.

Banyak dosa-dosa demokrasi yang harus kita jaga baik-baik dalam ingatan. UU Penanaman Modal, UU Migas, UU Sumber Daya Alam, UU BHP/BHMN, serta segenap tindakan lain yang sangat tidak pro rakyat. Semuanya justru mengukuhkan penjajahan dan perampokan ala neo liberal terhadap rakyat Indonesia. Tidak aneh, mengingat demokrasi itu sendiri adalah buah sistem kapitalisme.

Diukur dengan Islam pun, demokrasi jelas-jelas sistem kufur. Ada perbedaan fundamental antara demokrasi dan Islam. Demokrasi meletakkan ukuran benar dan salah serta kedaulatannya bersumber pada prinsip mayoritas, rakyat yang makhluk. Sedangkan Islam mutlak menyatakan bahwa sumber hukum itu syara’ (Qur’an dan Sunnah), inil hukmu illa lillah (QS. Al An’am: 57).

Walau pada kenyataannya, jargon suara rakyat–suara tuhan itu bohong belaka. Demokrasi cuma untuk kaum sekuler, bukan kaum muslimin. Lihat saja, kemenangan mutlak FIS, Aljazair (81 %, Desember 1991) yang mengusung agenda masyarakat dan Negara Islam, malah dibantai junta militer dengan dukungan AS dan Perancis. Hamas yang menang pemilu dan terkenal tegas membela kepentingan kaum muslimin Palestina, justru diboikot dan tidak diakui oleh AS. Sudah mubadzir dan thaghut, munafik pula.

Demokrasi tak lebih dari sekedar ajang perhelatan pemain baru di panggung yang lama. Ganti wajah ganti rezim, tetap tindas tetap jajah. Tak ada bosannya kami mengingatkan. Itu dia akar masalahnya! Penerapan sistem kufur dan busuk ini. Tidak ada jalan keluar dan jalan selamat selain dengan turun revolusi. Ganti sistem dan muliakan Islam pada tempatnya semula. Rakyat Indonesia di bawah naungan syariah dan khilafah. Maha Besar Allah dengan sistemNya yang sempurna.

__________________________________________________________________

PW GP Kalsel | CP. 05116261788

VOTE FOR OBAMA! VOTE FOR TERRORIST!

Filed under: khilafah, nashrah — Tag:, , , , — pembebasaniain @ 6:10 pm

Obama

Obama

SERUAN KEPADA KAUM MUSLIMIN,

PERIHAL OMONG KOSONG PERUBAHAN YANG DIJANJIKAN OLEH OBAMA

﴿وَ الله مُتِمُّ نُورِهِ وَلَو كَرِهَ الكَفِرُوْنَ﴾

Dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci

(TQS. Ash-Shaff [61]: 8)

KITA MESTINYA TIDAK LUPA! Tentang kisah penderitaan saudara kita di Gaza. Kurang lebih selama tiga tahun mereka diblokade dari bahan makanan, air, listrik, bahan bakar, obat-obatan dan selimut. Jalur Gaza, Palestina, seketika berubah bagai penjara raksasa. Kesalahan mereka adalah: mempertahankan tanah Palestina dari okupasi Israel semata! Tanah yang telah disucikan dengan darah jihad, tanah tempat Baitul Maqdis kiblat pertama kaum muslimin sebelum Kakbah, Mekkah. Yang selama ratusan tahun diperjuangkan oleh kaum muslimin. Dibebaskan oleh Khalifah Umar ibn Khattab di tahun 636 M dari tangan rezim Byzantium. Tahun 1187 M, prestasi itu diulangi lagi oleh Panglima Shalahuddin al Ayyubi dari cengkraman pasukan Salib.

Puncaknya, 27 Desember 2008 dimulailah pembantaian Israel atas jalur Gaza, Palestina. Hingga genjatan senjata 18 Januari lalu. Tercatat sekitar 1210 lebih warga tewas, 5300 dirawat karena luka-luka. Menurut Kementerian Kesehatan setempat, hampir setengah korban tersebut adalah wanita dan anak-anak kecil. Pembantaian ini, melengkapi catatan panjang tragedi pahit yang harus ditelan oleh saudara kita di Palestina selama 61 tahun penjajahan Israel tersebut. Ada pembantaian Deir Yasin di tahun 1948; pembantaian Sabra dan Shatilla, Lebanon tahun 1982; pembantaian di Masjid al-Aqsa tahun 1990 dan masih banyak lagi.

Krisis Gaza telah menyatukan perasaan kaum muslimin di seluruh dunia dalam satu kalimat: “Bebaskan Palestina, ganyang Israel!” Tentu, hal ini tidak berlaku bagi akal tidak waras milik segelintir sarjana muslim liberal yang justru sibuk membuat opini untuk membela Israel.

Tapi apa dinyana, ketika Obama naik dilantik. Semua opini tentang Gaza buyar tergantikan dengan seketika. Media-media kacung dengan sangat berlebihan memberitakan perihal Obama. Mulai dari masa kecil Obama di Indonesia, presiden AS pertama berkulit hitam, seputar kampanye, pelantikan, program-program, hingga segala tetek-bengek tidak penting. Masalahnya adalah: mengapa dengan sangat mudahnya, segelintir dari kaum muslimin terbius. Bangga dan yakin perihal warna AS ke depan di bawah kaki Obama bakal berubah dan membawa angin segar kepada dunia Islam.

Begitu mudahnya kah kita lupa dengan segala derap penjajahan dan urat derita yang dibawa AS ke dunia Islam? Jika Anda termasuk sekelompok oknum yang merasa bangga berada di sisi Obama. Beranikah berucap dan bercerita kebanggaan itu kepada saudara Anda di Palestina, Irak, Afghanistan, dan Thailand Selatan? Beranikah Anda? Patut disangsikan keimanan seorang muslim jika ia malah menyerahkan harapan dan penyelesaian urusannya justru kepada orang kafir. Terlebih AS yang tangan-kakinya berdarah-darah hasil pencapaian bantai-bantaian kaum muslimin! Allah SWT telah melarang kita dengan tegas dan jelas untuk menyerahkan urusan kepada orang kafir …

Obama Adalah Omong Kosong!

Di hadapan public AIPAC (American Israel Public Affairs Committtee), 06 Juni 2008, Obama menekankan, “Yerussalem tidak boleh terpisah, dia harus menjadi ibukota Israel.” Juga ditambahkan, “Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” sebuah acara yang disponsori kedutaan Besar Israel di Washington, dalam rangka menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Bahkan, Obama juga berjanji menyediakan dana sebesaer US $ 30 miliar untuk mengawal keamanan Israel pada decade berikutnya. (Sabili, 17/03). Patut diketahui, selama ini AS setia mensuplai dana US $ 3 miliar untuk Israel pertahun!

Sebagai pendukungnya, Obama sendiri telah menetapkan seorang penggila setia Israel bernama Hillary Clinton sebagai Menteri Luar Negerinya. Rahm Immanuel, mantan tentara Israel, dipilih sebagai Kepala Staf Gedung Putih. Robert Gates menempati posisi Menteri Pertahanan. Gates, seperti ketahui adalah seorang maniak perang pada masa George W. Bush. Tom Lantos, yahudi yang selamat dari holocaust ditetapkan sebagai ketua HIRC (House International Relations Committee). Terakhir, Joe Liberman, seorang yahudi Amerika, diberi kesempatan mengepalai Komite Urusan Pemerintahan dan Keamanan Dalam Negeri AS.

Jika itu cuma soal Palestina dan hubungan mesra Obama dengan Zionis. Obama juga telah menyatakan keinginannya untuk menyerang Pakistan dan mengintensifkan perang di Afghanistan. Memaki saudara kita, Hamas, sebagai teroris dan berjanji tidak ada kompromi untuknya. Jika bukti ini sudah kelewat gamblang, maka omong kosonglah semua isi pidato Obama! Yang berjanji memperbaiki hubungan terhadap dunia Islam dengan istilah mutual respect dan mutual interest.

Patut dipahami, Amerika adalah sebuah Negara dengan banyak institusi. Sebuah Negara dengan ideology Kapitalisme dan seperangkat kebijakan luar negeri yang berbau imperialis. Terlebih tyerhadap dunia Islam, dengan segala cara (baik militeri, politik, ataupun ekonomi) terus mempertahankan hegemoninya atas nama demokrasi. Lalu, bagaimana mungkin satu Negara semacam itu Cuma bisa berubaha akbat satu individu ? Itu pun jika memang Obama serius dengan janji “Change” yang ia kampanyekan. (Yang nyatanya tidak!)

Terlebih untuk masyarakat Indonesia, sebagai negeri berpenduduk muslim terbesar dan memegang peranan vital di dunia Islam. Patut waspada dan tidak mudah terbius. Jangan ikut-ikutan sikap norak mereka yang berharap pada Obama. Ada politisi-politisi, yang dengan tidak tahu malunya menjadikan sosok Obama sebagai penarik simpati pemilih di pemilu bulan April mendatang. Ada yang lewat iklan, baliho, atau spanduk. Ada juga, yang berlabel sebagai seorang cendekiawan muslim tapi dengan lancarnya berbicara tentang demokrasi dan aura positif yang bakal dibawa rezim Obama. Media juga turut bertanggung jawab, sosok Obama dibesar-besarkan cuma karena pernah makan bakso dan nasi goreng di negeri ini! Amat sentimentil,, amat sentimentil.

Tak ada sejarahnya kaum kafir memberikan kenyaman dan mempermudah urusan kaum muslimin. Tak ada sejarahnya! Maha Benar Allah, yang memperingatkan kita dengan firman-Nya:

﴿وَ لاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُم حَتى يَرُدُّوكُم عَن دِيْنِكُم إِنِ اسْتَطَاعُوا﴾

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat)

mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.”

(TQS Al-Baqarah [2] : 217)

Wahai Kaum Muslimin…

Buang jauh-jauh semua harapan pada ilusi semu sosok manusia-manusia kufur itu! Injak-injak ide kufur yang jelas-jelas menjauhkan kita dari ridho Allah! Hentikan sikap norak dan diam itu, dengan usaha saling menasehati saudara kita dalam Islam dan kesabaran; dalam teriak-kepal tangan menghentikan kedzoliman.

Anda adalah umat yang punya sejarah gilang-gemilang. Satu kisah peradaban yang menjadi mercusuar dunia. Masa depan Anda bersama umat ini, juga telah dijanjikan kemenangan oleh Dia, yang Maha Benar Janji-Nya. Sedang hari ini, adalah ladang amal, tempat kita berlomba-lomba untuk menyediakan bahu—yang nantinya, menjadi pijakan bagi generasi ummat berikutnya memperindah peradaban yang kita bangun. Tapi ketahuilah kaum muslimin, bahwa janji Allah juga menuntut syarat! Yakni, anda mau kembali kepada pangkuan Islam semata. Yang hidup tegak sempurna lewat syariah dan khilafah. Dengan keyakinan, tanpa keraguan.

Allah SWT berfirman :

﴿وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالحِاَتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فيِ الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُوْنَنِي لاَ يُشْرِكُوْنَ بِي شَيْئاً وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ﴾

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

(TQS. An-Nuur [24] : 55)

________________________________________________________________________________

Banjarmasin, 13 Rabi’ul Awwal 1430 H / O9 Maret 2009 M

Gerakan Mahasiswa Pembebasan PW KALSEL

Blog di WordPress.com.