PK GP IAIN Antasari

3 April 2009

Minta Tolong

Filed under: Ekonomi, khalifah — Tag:, , , — pembebasaniain @ 2:36 pm

yang akan melahirkan pemimpin sejati

yang akan melahirkan pemimpin sejati

Acara: Minta Tolong

Stasiun Penayang: RCTI

Tanggal tayang: 17 Maret 2009

Sungguh tak kusengaja, kala mau melihat berita sore ada tayangan REALITI SHOW. Nama acaranya MINTA TOLONG.

Seorang bocah kecil memakai pakaian lusuh membawa sehelai kain robek (punya adiknya) ia berharap kain lusuh itu bisa diganti dengan baju yang baru. Tema MINTA TOLONG kali itu adalah, “Tukar Baju Robek dengan Baju Baru”.

Peluh bercucuran dari dahinya yang kusut dan imut, di layer TV tertulis sudah 77 orang yang dia mintai pertolongan (menukar baju robek dengan baju baru) kesemuanya menolak.

Ada persitiwa yang amat menarik.. Pada awalnya seorang pemuda menolak membantu, namun setelah dia tahu itu dari tim MINTA TOLONG, ia memburu anak kecil itu… (MENOLONG DENGAN PAMRIH).

Hm, Imam Al Ghazali dalam kitab MINHAJUL ‘ABIDIN, menulis bahwa khotir (gerak hati) manusia terkadang digentayangi oleh aura syetan. Nah, pemuda ini menolong dengan pamrih dapat hadiah (dunia), bukan lantaran ikhlas menolong. Kita bisa menarik hikmah, dalam hidup ikhlas beramal, ikhlas beribadah dlsb adalah sesuatu yang sulit di zaman ini. Bahkan seorangan pelayan umat (pejabat) kian begitu sulit ikhlas dalam melayani. Imam Al Ghazali lantas menulis lagi,

Sesungguhnya dunia ini adalah musuh Allah, sedang kamu orang yang mencintainya, dan barang siapa yang mencintai seseorang, tentu ia ikut membenci musuh kekasihnya.”

Ia melanjutkan,

Sesungguhnya dunia berasal dari kotoran bangkai. Tidakkah kamu lihat dunia berakhir dengan keadaan kotor, binasa, rusak, dan habis? Tapi karena bangkai tersebut diperciki wewangian dan dibungkus dengan perhiasan, maka orang-orang yag lalai menjadi tertipu dengan melihat sisi luarnya, sedang orang-orang yang sempurna akhirnya akan pergi menghindar darinya!” (Minhajul ‘Abidin, Imam Al Ghazali hal 80-81)

Lantas, bagaimana nasib bocah tadi, akhirnya bertemulah dengan ibu muda (Budi Wahyuni, 22 th) dengan membonceng anaknya di sepeda. Pendek kata, ibu muda ini terenyuh dan mau menolong dengan ikhlas (sang bocah ikut dibonceng ke rumah ibu muda itu (sampai sini airmataku meleleh, ah ternyata di zaman edan ini masih tersisa jiwa lembut, yang menolong tanpa pamrih).

Lantas, si bocah disuruh memilih banyak baju yang ditawarkan oleh. Puas memilih, si bocah minta diantarin pulang (Ibu muda itu menurutinya).

Di akhir acara, tim RCTI mendatangi ibu muda itu dan berbasa-basi, setelah itu tim RCTI memberikan sedikit uang (ganjaran) atas ketulusan dan keihlasan ibu muda itu. Dengan derail tangis wong cilik itu menerimanya. Hm, di dunia ini kebaikan saja bisa dilipatgandakan 10 kali apalagi pahala di akhirat kelak, Subhanallooh.

Ternyata, Ibu muda ini ditinggalkan suaminya semenjak hamil, namun apa yang dikatakannya, “Untuk suamiku, sekarang anakmu sudah besar dan namanya Prasetyo, aku akan memaafkanmu.” Sungguh luar biasa, hari ini kita belajar banyak dari kisah KETULUSAN dalam BERAMAL.

Semoga pemimpin kita (Imam dan Khalifah, ketika Daulah Khilafah itu tegak kembali) ia bisa mengunjungi kaum-kaum fakir, memanggul sendiri sembakonya (seperti khalifah Umar).

Kita tetap berharap, atas taufiq dan pertolonganNya bahwa KEHIDUPAN ISLAM akan ‘kembali’ menaungi bumi, hingga carut-marut kehidupan ini akan sirna, hingga punah orang-orang yang berambisi mengeruk dunia dan meraih kekuasaan semata.

Adakah sebuah negeri itu berkah, tanpa naungan DAULAH KHILAFAH? Entah!

Allaahu wa rasuuluhu a’lam,

Yogya, 18 Maret 2009 11.06

Apu’

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.